Ping Blog

Tuesday, July 3, 2012

Menjaga Warna Cat Kendaraan Selalu Seperti Baru


Pada saat ini tampaknya kendaraan dengan menggunakan warna cat putih tampaknya sudah menjadi trend, tapi tak jarang sering kita jumpai kendaraan yang berwarna putih ini berubah warna kecoklatan, alias kotor.

Warna putih memang memiliki kesan anggun, bersih selain itu juga terkesan elegan. Tapi pemilihan warna ini pada sebuah kendaraan harus mengetahui risiko yang akan sering dihadapinya, yaitu mudah kotor.

Sebenarnya kata mudah kotor ini pada semua warna kendaraan sama saja, hanya pada penggunaan warna putih akan lebih mudah terlihat dibandingkan dengan kendaraan yang menggunakan warna gelap seperti hitam tentunya.

Dengan kata lain, jika Anda memilih kendaraan berwarna putih tentunya juga harus memiliki kebiasaan yang bersih. Jika Anda termasuk kategori seperti itu, sangat wajar jika memilki kendaraan berwarna putih.

Apabila kegiatan keseharian Anda tidak memungkinkan untuk bisa menyempatkan diri dalam merawat khususnya body dan cat kendaraan, maka kendaraan yang berwarna gelap akan sangat cocok bagi Anda.

Perawatan setiap warna cat pada kendaraan pada dasarnya memilki prinsip yang sama hanya tingkat atau frekuensi dalam membersihkan akan lebih banyak dilakukan pada kendaraan dengan balutan cat warna putih.

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk merawat cat kendaraan Anda. Dari cara yang mudah hingga memerlukan dana hingga jutaan rupiah bisa dilakukan. Yang pertama dan paling mudah adalah kebiasaan mencuci kendaraan dengan menggunakan shampo khusus untuk kendaraan.

Memang dalam hal ini sering kali orang malas untuk melakukannya dan lebih memiliki car wash pada akhir pekan. Car wash memang sangat penting dan bagi yang sering mencuci kendaraan sendiri di rumah juga dianjurkan minimal 1 bulan 1-3 kali mencucikan kendaraan pada tempat ini tergantung aktifitas keseharian Anda.

Mungkin Anda bertanya, mengapa harus sesekali dicucikan di tempat pencucian, sedangkan Anda merasa mampu melakukan setiap akhir pekan. Alasan utama adalah, tempat cuci kendaraan memilki mesin pengangkat hidrolik.

Dengan menggunakan alat ini maka kerak dan kotoran yang berada di bawah kendaraan akan dapat dibersihkan dengan menggunakan alat semprot air bertekanan tinggi yang tidak bisa dilakukan di rumah tentunya.

Dengan begitu, perawatan sektor kaki-kaki dan bagian bawah kendaraan dapat terjaga dari munculnya kerak dan karat yang dapat membuat umur beberapa part cepat aus. Kemudian cara kedua adalah dengan melakukan poles atau salon kendaraan. Proses ini memang memerlukan dana sedikit lebih banyak dan juga memerlukan waktu hingga beberapa jam.

Keuntungan dari cara kedua ini adalah melindungi warna cat kendaraan baik dari sinar matahari, kemudian warna cat akan kembali berkilau dan yang terakhir akan sangat memudahkan dalam membersihkan kotoran yang menempel setelah hujan.

Yang terpenting dalam hal ini juga adalah rajin tidaknya dalam membersihkan kendaraan setelah melakukan poles. Karena jika kebersihan selalu terjaga kemungkinan melakukan poles kembali bisa dilakukan sekitar 4 bulan sekali.

Dan cara ketiga atau terakhir adalah dengan menggunakan Paint Protection. Cara ini biasanya orang lakukan saat pertama kali membeli sebuah kendaraan apalagi yang menggunakan warna putih. Tapi cara ini memerlukan biaya hingga jutaan rupiah.

Berbagai merk Paint Protection yang beredar di Indonesia menawarkan berbagai keuntungan dan manfaat dari penggunaannya. Tetapi setiap merk kadang juga memilki berbagai syarat yang harus dihindari setelah menggunakannya. Nah, semua tergantung dari pribadi masing-masing dalam melakukan perawatan pada cat kendaraan.

Wednesday, June 20, 2012

Toyota Prius 'Juara Ketiga' Penjualan Mobil Dunia


Mobil hybrid mulai menunjukkan eksistensinya di kancah otomotif dunia. Trend penggunaan bahan bakar minyak sebagai sumber energi, perlahan namun pasti, akan segera tergeser oleh pengaplikasian tenaga listrik untuk kendaraan roda empat.

Pencapaian teknologi hybrid terwujud melalui Toyota Prius, yang berhasil memposisikan diri sebagai mobil paling laris ketiga di dunia, dalam triwulan pertama tahun ini. Hal ini menandakan bahwa mobil hybrid sudah masuk ke dalam mainstream car secara global.

Bertolak belakang dengan saat pertama kali diluncurkan di tahun 1997, penjualan Prius naik dua kali lipat. Apalagi setelah Toyota melakukan diversifikasi alias penambahan jenis dan model untuk varian hybrid, yakni Prius, Prius v, Prius c, dan Prius Plug-in.

Tampil sebagai jawara penjualan global di dunia pada triwulan pertama 2012 yaitu Ford Focus 277.000 unit, disusul oleh Toyota Corolla sebanyak 300.800 unit dan kemudian Toyota Prius yang mencapai 247.230 unit.

Sementara itu, di negara asalnya sendiri, Jepang, Prius C atau yang dikenal sebagai Prius Aqua penjualannya naik tiga kali lipat menjadi 175.080 unit dari 52.507 unit pada periode yang sama tahun lalu. Sehingga, total penjualan kendaraan hybrid Toyota sejak 1997 mencapai 4 juta unit, di mana 1,5 juta unit berhasil dipasarkan di Amerika Serikat.

Dengan kondisi seperti ini, bukan tak mungkin Prius juga bisa turut meramaikan pasar dan mengubah trend otomotif di Tanah Air. Yang jelas, hal itu akan makin mendekati kenyataan jika telah tersedia infrastruktur yang cukup memadai dan regulasi yang jelas tentang mobil hybrid.

Monday, June 18, 2012

Beberapa Faktor Yang Mempengaruhi Konsumsi BBM Kendaraan


Kendaraan bermotor saat ini memang memiliki peran penting dalam hidup manusia, tapi dengan bertambahnya umur dunia ini maka semakin terbatasnya jumlah bahan bakar minyak di dunia.

Dengan semakin langkanya sumber bahan bakar ini makan akan semakin membuat harga BBM di seluruh dunia meroket. Ditambah lagi dengan semakin banyaknya jumlah kendaraan yang beredar dan digunakan maka penggunaan BBM semakin meningkat.

Memang dalam permasalahan ini setiap pabrikan otomotif dunia berlomba-lomba dalam menghasilkan kendaraan yang memiliki efisiensi bahan bakar lebih sedikit atau bahkan menggunakan mesin tenaga listrik.

Tapi kendaraan semakin kaya akan teknologi maka akan semakin mahal pula harganya, seperti halnya pada kendaraan dengan teknologi hybrid yang bisa memiliki harga lebih mahal ketimbang mobil dengan mesin bakar biasa.

Dengan mahalnya harga kendaraan ramah lingkungan teknologi hybrid ini, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan dan sekiranya bisa membantu kita dalam menghemat bahan bakar kendaraan kita.

1. Jenis BBM


Faktor pertama yang harus kita pahami adalah dalam pemilihan jenis bahan bakar yang tepat untuk kendaraan kita. Di Indonesia untuk bahan bakar kendaraan bermotor ada 5 macam yaitu untuk bensin terbagi menjadi 3 yaitu Premium, Pertamax, Pertamax plus. Sedang Solar ada Bio Solar dan Solar Dex.

Dari berbagai jenis bahan bakar ini kita harus memahami mesin yang seperti apa yang cocok dengan penggunaan masing jenis tersebut. Untuk kendaraan mesin bensin yang masih menggunakan teknologi mesin karburator keluaran tahun 1980 – 1999 memang masih bisa menggunakan jenis premium.

Tapi juga dengan ketentuan kompresi mesinnya harus yang masih di bawah angka 9.0:1, sedangkan untuk kendaraan dengan teknologi injeksi rata-rata akan memiliki mesin dengan tingkat kompresi yang sudah tinggi dengan di atas angka 9.0:1 harus menggunakan jenis BBM non subsidi atau pertamax.

Begitu halnya pada kendaraan bermesin diesel yang terkenal dengan kompresi mesinnya yang tinggi sehingga tidak memerlukan adanya busi untuk membakar bahan bakar di ruang mesin.

Sebab pada mesin diesel, bahan bakar akan terbakar dengan sendirinya karena daya tekan kompresi mesin yang tinggi (misal pada BMW 116d, kompresi mesinnya mencapai 16.5:1). Maka mesin diesel yang sudah menggunakan teknologi injeksi atau Common-Rail juga seharusnya menggunakan jenis Solar Dex.

Pemahaman yang mudah dalam hal pemilihan jenis BBM dengan kompresi mesin adalah semakin tinggi kompresi mesin maka akan sangat membutuhkan bahan bakar yang memiliki kemampuan daya bakarnya lebih cepat.

Jadi intinya pemilihan bahan bakar yang sesuai dengan spesifikasi mesin tentu akan sangat berpengaruh dalam konsumsi BBM suatu kendaraan. Karena jika jenis BBM sesuai, tenaga maksimal mesin dapat tercapai hanya dengan sedikit semprotan bahan bakar.

2. Oli Mesin


Faktor yang kedua dalam mempengaruhi konsumsi BBM adalah oli mesin yang digunakan. Setiap kendaraan selalu akan memiliki buku manual yang juga mencantumkan spesifikasi kendaraan dan juga berbagai jenis oli yang diperlukan pada sebuah kendaraan.

Cairan pelumas pada suatu kendaraan punya peranan yang juga sangat penting. Karena dengan bantuan cairan ini, bagian-bagian yang bergerak dan bergesekan akan lebih mudah dalam bergerak. Seperti halnya silinder mesin, roda gigi dan sebagainya.

Namun yang terpenting adalah dalam pemilihan oli pelumas mesin ini. Dari beberapa orang yang ditanya perihal jenis oli apa yang tertulis pada standar buku manual kendaraan? banyak orang akan cenderung menjawab dengan kata tidak tahu dan lebih cenderung menggunakan oli yang beredar di iklan.

Memang menggunakan oli dengan merk terkenal itu baik tapi pemilihan kadar kekentalan SAE apa sudah sesuai dengan spesifikasi mesin yang telah dianjurkan pabrikan kendaraan tersebut? Jika kekentalan oli tidak sesuai makan akan berdampak pada kerja mesin menjadi lebih berat dan tentunya menjadikan boros dalam bahan bakar.

Jadi pada faktor kedua ini jangan asal dalam memilih oli mesin, tetapi lihat buka manual terlebih dahulu atau bisa menannyakan kepihak dealer kendaraan Anda sebelum mengganti oli mesin.

3. Busi

Faktor ketiga yang memiliki pengaruh dalam konsumsi bahan bakar adalah busi. Tapi dalam faktor ketiga ini kendaraan dengan menggunakan mesin diesel tentu tidak ikut di dalamnya karena seperti yang telah di jelaskan sebelumnya bahwa mesin diesel tidak menggunakan busi sebagai pematik pembakaran dalam ruang bakar.

Busi pada mesin bensin diperuntukan sebagai pematik dalam membakar bahan bakar yang tercampur oksigen dan terkompresi oleh piston. Yang harus kita ketahui adalah jenis busi yang beredar di pasaran sangat banyak jenisnya. Dan yang harus diperhatikan dalam pemilihan busi juga harus sesuai dengan buku manual kendaraan.

Kadang ada persepsi orang jika mengganti dengan busi racing maka tenaga kendaraan akan bertambah atau bahkan konsumsi BBM jadi irit karena percikan dari busi menjadi lebih baik. Memang asumsi tersebut tidak salah apabila didukung dengan faktor pertama yaitu penggunaan jenis BBM yang memiliki oktan lebih tinggi dan juga penggunaan kabel busi racing pula.

Kalau dengan kondisi mesin standar, lebih baik menggunakan busi yang sesuai standar pabrik pula. Umur pemakaian busi juga ada batasnya yang dapat dilihat dari jarak celah antara elektrode yang semakin melebar. Jika hal ini terjadi dan Anda biarkan maka pembakaran pada ruang bakar tidak sempurna dan alhasil kendaraan menjadi boros.

4. Service Berkala

Pada faktor keempat ini juga ada hubungannya dengan faktor ketiga dan kedua. Sebab dalam hal ini sering kali orang abaikan dan menggampangkan. Padahal Service berkala ini sama halnya kita memeriksakan kesehatan kendaraan kita kepada dokter (dokter mesin).

Dalam hal ini juga dianjurkan dilakukan dengan berdasarkan jarak tempuh dari suatu kendaraan. Jika dalam urusan service berkala diabaikan makan dampak borosnya konsumsi BBM bisa dua kali lipat. Karena jika sektor jantung pacu tidak sehat maka akan banyak berdampak buruk pada kendaraan juga pada segi ekonomi sang pemilik.

Sebab dengan membiarkan suatu gejala kecil terjadi maka akan membuat dampak berantai pada berbagai sektor mesin, kelistrikan pada kendaraan dan tentu akan semakin memerlukan biaya yang sangat besar jika untuk membenahi kerusakan yang terjadi. Tentu hal ini tidak ingin Anda alami bukan?

5. Tekanan Udara Pada Ban


Pada faktor kelima ini pasti hampir semua orang mengetahuinya. Karena kalau mengemudi kendaraan dengan tekanan udara pada roda kurang tentu akan sangat terasa tidak enak dan berat.

Roda pada kendaraan sama halnya sebuah sepatu seorang atlet lari. Jika roda-roda pada kendaraan memiliki tekanan udara yang sesuai maka kendaraan akan sangat mudah dalam melaju dan juga ringan untuk dikendalikan

6. Beban Mesin

Nah pada bagian ini akan sangat jarang didengar bagi sebagian orang awam. Sebab istilah ini sering dipergunakan dalam dunia otomotif secara teknis. Yang dimaksud sebagai beban mesin ini adalah beban yang harus dipikul oleh sebuah kendaraan.

Dan pada faktor kelima itu juga termasuk dalam beban mesin apabila tekanan udara pada ban kurang. Dalam buku manual setiap kendaraan juga disampaikan bobot maksimal yang dapat dipikul sebuah kendaraan dan jadikan informasi ini sebagai patokan.

Selanjutnya yang masuk dalam beban mesin adalah penggunaan sistem kelistrikan kendaraan baik dari lampu hingga pada sistem audio. Mungkin Anda beranggapan kelistrikan semua yang ada berasal dari Accu.

Memang tidak salah, cuma Accu sebenarnya adalah sebuah tempat penampungan daya listrik pada suatu kendaraan dengan tujuan untuk dipergunakan pada saat kita menggunakan elektrik starter yang memerlukan daya besar. Pada saat mesin hidup pemakaian listrik akan dibebankan pada putaran mesin.

Jadi apabila dalam kondisi mesin kendaraan mati dan Anda lupa mematikan lampu utama atau menggunakan sistem audio dalam jangka waktu lama kemungkinan Accu kendaraan tekor dan kendaraan akan sulit dihidupkan.

Jadi dari faktor keenam ini adalah beban kendaraan yang berlebih, tekanan ban yang kurang dan penggunaan kelistrikan yang berlebih pada kendaraan juga dapat menjadikan beban mesin kendaraan. Mesin semakin banyak terbebani dengan berbagai hal ini sudah pasti konsumsi BBM menjadi lebih boros.

7. Modifikasi Yang Salah


Kalau mendengar kata modifikasi tentu pikiran kita akan cenderung mengarah pada suatu hal yang bisa membuat tampilan kendaraan standar menjadi lebih menarik dan memiliki nilai lebih.

Kalau selama modifikasi dilakukan dengan perhitungan yang benar tentu akan menjadikan kendaraan dari tampilan dan juga dari segi efisiensi menjadi lebih baik. Tapi kalau melakukan modifikasi dengan asal-asalan bisa membuat Anda mengeluarkan biaya yang tidak perlu.

Salah satu contoh dalam modifikasi pada sektor kaki-kaki. Pada bagian ini sering orang tidak memperhitungkan, sebab jika salah perhitungan bisa-bisa Anda menambah beban mesin.

Yang harus Anda perhatikan dalam mengganti velg adalah jangan melebihi 2 angka dari ukuran velg standar. Misal ukuran standar 17” maka maksimal penggantian adalah dengan velg ukuran 19”.

Selain dari ukuran harus diperhatikan bahan velg yang akan Anda beli. Sebab semakin besar diameter velg tentu akan semakin berat dari standar, sehingga usahakan dengan mendapatkan velg dengan berbahan alloy.

Kemudian dalam modifikasi body juga perlu perhitungan yang tepat, jika dalam modifikasi body semakin menambah bobot kendaraan lebih berat sebaiknya jangan. Sedangkan dalam modifikasi body baik mengganti bumper dengan produk aftermarket dan mampu mengurangi bobot mobil tentu akan menjadikan konsumsi BBM kendaraan menjadi lebih irit.

Intinya dalam modifikasi yang benar agar kendaraan lebih efisien adalah jangan sampai semakin menambah bobot dari kendaraan. Jika ingin lebih efisiensi seharusnya modifikasi yang dilakukan bisa menjadikan bobot kendaraan lebih ringan dari standar dengan pemilihan bahan yang tepat. Kecuali tema yang Anda usung untuk style dan tidak mementingkan bobot dan konsumsi BBM.

8. Rute Jalan Keseharian


Rute jalan yang Anda lalui setiap hari memiliki peran yang besar dalam menentukan banyak sedikitnya konsumsi BBM kendaraan. Penentuan jalur jalan yang akan Anda lalui itu sangatlah penting, maka dari itu pikirkan dengan bijak.

Beberapa hal yang harus diperhatikan adalah sebisa mungkin hindari jalur yang memiliki tingkat kemacetan tinggi, hindari jalur yang memiliki jumlah polisi tidur banyak, hindari jalan yang rusak dan banyak berlubang, hindari jalur yang banyak memiliki daerah yang naik turun banyak dan yang terakhir adalah hindari jalur yang memiliki jalan yang berliku-liku.

Semua hal ini yang paling banyak membuat kendaraan Anda lebih mudah kehausan dan akan minum bahan bakar lebih banyak. Sebab faktor ini frekuensi permainan pedal gas semakin banyak dan tidak konstan seperti saat melaju pada jalan bebas hambatan.

9. Emosional


Pada faktor terakhir ini bukan berasal dari kendaraan yang Anda gunakan tetapi melainkan dari sendiri atau faktor karakter pribadi. Sebab tingkat emosional setiap pribadi manusia berbeda-beda, ada yang memiliki karakter sabar dan ada yang mudah sekali tersulut emosinya.

Apalagi pada hari-hari ini jumlah kendaraan yang beredar di Indonesia semakin banyak, tingkat polusi udara semakin meningkat sehingga udara juga semakin panas.
Dari faktor ini juga memiliki pengaruh yang besar, sebab saat kondisi seperti ini kecenderungan kita agar bisa cepat sampai tempat tujuan, dengan begitu Anda akan berkendara lebih cepat.

Sebab pada saat di jalan kita tidak bisa mengendalikan emosi kita dengan baik maka frekuensi menggeber tunggangan juga semakin sering tidak pada tempatnya. Dengan perilaku seperti ini juga bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain serta menghasilkan konsumsi BBM juga lebih boros.

Faktor mana yang sudah dan belum Anda perhatikan? Jika dalam selama ini Anda masih salah kaprah dengan ketentuan spesifikasi mesin kendaraan, sebaiknya mencoba untuk membenahinya.

Tetapi apabila kendaraan boros dikarenakan rute yang harus Anda lalui tidak memungkinkan memang tidak bisa berbuat banyak kecuali mencoba menggunakan alat bantu penghemat BBM serta mengendalikan tingkat emosi dalam berkendara.

Sunday, June 17, 2012

Teknologi Mesin Diesel : Commonrail & Variable Geometry Turbocharger



Buat pecinta mesin diesel, ada yang menarik dari teknologi yang telah dikembangkan dari mesin khas bertenaga mumpuni. Teknologi pendukung penopang performa digunakan pada diesel dengan sistem injeksi bahan bakar Commonrail dan Variabel Geometry Turbocharger.

Lantas apa yang dimaksud dengan dua teknologi diesel ini.

Commonrail


Sistem ini memanfaatkan satu pompa bahan bakar bertekanan tinggi dan sebuah chamber atau rail perbaris silinder mesin. Tekanan maksimum injeksinya dapat mencapai angka 1.600 Bar. Teknologi pendukung commonrail adalah piezo injector.

Injector ini dilewati tegangan maka akan mengubah struktur kristalnya, alhasil terjadi perubahan geometrik yang secara mekanikal dipicu oleh membukanya jarum injector. Pemakaian Piezo Injector membuat komponen jarum berkurang beratnya. Jika biasanya mencapai sekitar 16 gram, kini tak lebih dari 4 gram. Artinya walaupun piezo injector lebih kecil, namun sangat baik untuk kuantitas bahan bakar saat disemprotkan ke dalam ruang silinder.

Variable Geometry Turbocharger
 

Perangkat turbocharger turut disebut sebagai pendongkrak tenaga mesin diesel yang paling efektif. Induski udara padat yang dihembuskan dari rumah keong, membuat bahan bakar semakin optimal. Hal ini mengakibatkan daya bertambah dan emisi pun bisa ditekan.

Namun penggunaan turbocharger bukan tanpa kelemahan. Umumnya, turbocharger akan mulai bekerja pada RPM tinggi. ini bisa mengakibatkan turbolag, pasalnya akibat dari kurang hembusan gas buang guna meresonansi putaran turbo.

Untuk mengurangi gejala turbolag, kini pada perangkat turbo telah ditambahkan bilah yang sudutnya bisa diatur berdasarkan putaran mesin. sudut bilah turbo diatur oleh sebuah actuator. Kerjanya, ketika RPM rendah, bilah akan membentuk sudut tertentu sehingga dapat berputar hanya dengan hembusan pelan. saat putaran mesin tinggi, sudut bilah akan mengecil seperti penutup. sebabnya hembusan sudah dirasakan mampu memutar bilah pada rumah turbin.

Friday, June 8, 2012

Arti Kode Pada Ban

Cara Membaca Kode Pada Ban Motor


Pada Ban sepeda motor terdapat sebuah kode yang berupa (Simbol) angka atau huruf misalnya 130/90-16 67H atau  4.60-H-18 4PR. dari Kode ban tersebut Informasi apa yang bisa kita dapatkan ? Dibawah ini kita akan membahas sebagian diantaranya. Ada 2 macam Kode Ban yang biasa digunakan: Yaitu Kode Ban Imperial dan Kode Ban Metric.

Contoh : Kode Ban Imperial 4.60-H-18 4PR
  1. 4.60 menyatakan kode lebar ban "dalam satuan inchi"
  2. H menunjukkan ambang batas kecepatan pemakaian
  3. 18 menunjukkan kode untuk diameter velg/rim  "dalam satuan ( " ) inchi"
  4. 4PR menunjukkan kode untuk kekuatan ban yang berdasarkan pada kekuatan serat kain ban atau ply rating, 4PR juga berarti penggunaan lapisan kain yang terbuat dari bahan nilon di dalam sebuah carcass berindikasi kekuatannya setara dengan 4 lapisan kain ban.
Untuk Kode Ban Imperial, Aspect Ratio atau perbandingan tinggi ban terhadap lebar ban didasarkan pada nilai 100 % (tinggi ban sama dengan lebar ban).

Contoh : Kode Ban Metric 120/70-17 67H
  • 120 menunjukkan kode untuk lebar ban "dalam satuan milimeter"
  • 70 menunjukkan kode perbandingan tinggi ban terhadap lebar ban. 70 berarti juga perbandingan tinggi ban 90% dari lebarnya sesungguhnya. Apabila lebar ban 120 mm, maka tinggi ban tersebut adalah  70 % x 120 mm atau = 85.2 mm. Aspect ratio kecil pada sebuah ban akan meningkatkan kemampuan stabilitas serta handling kendaraan.
  • 17 menunjukkan kode Diameter Velg/rim dalam satuan ( " ) inchi.
  • 67 menunjukkan kode untuk beban maximum yang diperbolehkan dari ( load index / LI ). LI 67 berarti : beban maksimum yang dapat ditanggung oleh sebuah ban sebesar 307 kg.
  • H menunjukkan batas kecepatan pemakaian (sama seperti pada contoh diatas)
Cara Membaca Kode Pada Ban Mobil


Banyak sebagian orang yang tidak tahu bahwa yang terpenting dari sebuah Ban adalah kode waktu Pemroduksian Ban Tersbut. Ban akan kedaluwarsa (expired) dalam kurun waktu tiga tahun (3 tahun) setelah ban tersebut diproduksi. Nah untuk membaca kode ban Mobil adalah sebagai berikut:

Kode produksi dicetak bi bagian ban (sisi ban) lihat pada gambar, dengan penandaan unik seperti peneng. Setiap pabrik ban (Seperti PT gajah Tunggal) memiliki jumlah kode digit tersendiri untuk menandai ban hasil produksinya, ada yang 5 digit, ada pula yang 7 digit. Akan tetapi kode 4 Digit dari belakang adalah sebuah standard international yang menunjukkan dari Produksi pada Minggu (Week) dan Tahun (YEAR) ban tersebut diproduksi.

Untuk mengetahui kode dari ban tersebut kita bisa membacanya. Misalnya, X2001. Kode Angka tersebut menginformasikan periode produksi ban. Dua kode angka pertama menunjukan minggu, dua kode angka terakhir itu berarti tahun pembuatan. Jadi apabila dibaca, kode tersebut berarti, Ban dibuat pada minggu ke-20 di tahun 2001. Kode angka pada Ban ini penting, Sebab semakin lama ban yang sudah diproduksi  tersimpan, semakin rentan pula terhadap kerusakan yang di akibatkan kekerasan pada kompon ban.

Kompon Ban yang kerasa sangat berpengaruh terhadap kemampuan daya cengkram ban pada alur jalan ketika direm. Kompon yang keras atau telah berusia lama bisa mengakibatkan ban tidak mencengkram dengan sempurna dan ini berarti akan berakibat fatal pada pengemudi dan kendaraan.
Ada tiga unsur yang harus kita diketahui sebelum membeli ban terbaik :

1. Ukuran Ban
Apabila Bila kita perhatikan, pada sisi luar ban tertulis kode 175/70R13 82H. itu maksudnya adalah :
  • "175" menunjukkan kode lebar telapak ban menggunakan satuan milimeter, jadi bukan diameter ban. Semakin besar kode angkanya, maka kian lebar telapaknya.
  • "70" menandakan kode tinggi ban dalam satuan % persen dari telapak ban. Mudahnya, tinggi yang dimaksud bisa Anda cermati mulai dari bibir pelek sampai telapak ban menempel ke permukaan aspal. Jadi, semakin kecil angkanya , semisal 50, maka jarak telapak ban dengan bibir pelek kian dekat.
  • "R" menunjukkan kode konstruksi Ban Radial.
  • "13" merupakan kode diameter dari pelek yang sesuai. Berarti, pelek yang dipakai berukuran 13 inci.
  • "82" mewakili kode beban maksimum yang bisa ditopang setiap ban. Angka tersebut memiliki load index sebesar 475 kg. Semakin besar, beban maksimumnya bertambah pula. Begitu sebaliknya.
  • "H" melambangkan kode batas kecepatan maksimum yang dicapai ban ini. Kode H ini ban boleh menembus kecepatan maksimum sampai 210 km/jam.

2. Usia ban
Seperti halnya pada Produk makanan, Ban juga memiliki waktu kadaluarsa. Standarnya adalah 3 tahun dari tanggal pembuatan atau menempuh jarak sekitar 60.000 Km. Setiap pabrik ban punya pengkodean serta jumlah digit yang berbeda-beda. Itu bisa Anda temui bibir ban (dekat pelek) semisal 1709, berarti diproduksi minggu ke-17 tahun 2009.

3. Treadwear Indicator


Treadwear Indicator Adalah Tanda atau ciri fisik yang terletak tepat diantara kedua sisi bunga ban. Diperkuat dengan garis tebal yang melintang di antara kedua belah sisi ban yang mengindikasikan kondisi penggunaan ban. Apabila ketebalan ban menyentuh garis itu, maka menandakan Ban harus sudah diganti. Bahayanya apabila ban tidak diganti pada saat hujan akan menyebabkan gejala aquaplaning ( ban mengambang), tentu ini akan sangat berbahaya untuk keselamatan anda atau pengemudi.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | SharePoint Demo